Postingan

Ketika Demam Batu Akik Melanda

Gambar
Beberapa waktu yang lalu, demam batu akik melanda jagad nusantara. Batu akik menjadi benda yang sangat popular. Baik di dunia nyata, maupun di sosial media. Tidak sedikit yang mengupload foto batu akik koleksinya. Meski demikian, saya belum begitu meyakini kepopuleran batu akik ini. Hingga suatu hari… Hari itu, saya hendak pulang ke kampung halaman. Karena pulangnya hanya dua hari, saya memutuskan untuk pulang kampung sendiri, tanpa ditemani  anak dan suami. Sebelum ke terminal bus, saya sempatkan mampir ke konter untuk membeli pulsa. Saat pemilik konter mulai memencet keypad di HPnya, saya memerhatikan jari tangannya. Sebuah cincin bertahtakan batu akik ukuran besar melingkar anggun di sana. Waw! Batu akiknya besar sekali…. Batin saya, seraya menahan keinginan untuk tertawa. Rupanya, pemilik konter itu merasa kalau sedang diperhatikan. “Lagi booming, Mbak,” katanya, seraya nyengir kuda. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Setelah membayar pulsa, ...

Halal atau Haram?

Gambar
Maraknya pemberitaan dan rumor mengenai produk yang mengandung bahan tidak halal, mau tidak mau membuat saya merasa khawatir. Sebagai seorang muslim, tentu saya tidak ingin produk-produk tidak halal itu terkonsumsi oleh saya dan keluarga. Baik sengaja, atau pun tidak sengaja. Sebab hukumnya sama saja. Haram. Sebagai upaya untuk menghindari hal tersebut, saya dan keluarga membiasakan diri untuk memilih produk yang terdapat logo halal  pada kemasannya. "Jangan asal logo halal. Pilih yang logo bundar dengan bacaan halal Majelis Ulama Indonesia," pesan seorang teman, pada saya. Hal ini dikarenakan banyaknya produk yang hanya mencantumkan logo dengan tulisan Arab-Indonesia "halal" saja pada kemasannya. Jadi konsumen tidak tahu, halalnya itu sudah ketok palunya MUI atau sekadar logo tempelan dari perusahaan. Untuk mengatasi keraguan konsumen atas kehalalan sebuah produk, LPPOM MUI sendiri sebetulnya telah meluncurkan aplikasi yang diberi nama ProHalal MUI. Aplikas...

Resep Sambal Ikan Terancam

Gambar
Resep yang akan saya bagikan kali ini adalah sambal ikan, Sobat Jejak. Nama resepnya, Sambal Ikan Terancam. Waduh! Kenapa namanya pakai terancam begitu? :/ Itu karena resepnya memang akan membuat kita terancam, Sobat Jejak. Terancam nafsu makan meningkat, hehehe.... Dari sisi bumbu, saya rasa resep ini sama dengan resep sambal ikan kebanyakan yang barangkali pernah Sobat Jejak coba. Yang beda, saya memberi banyak campuran pada sambal ikan ini. Alasannya sederhana, ikannya cuma sedikit, hahaha.... :D Ok, langsung saja kita simak resepnya ya, Sobat ;) Sambal Ikan Terancam Bahan: 1. 5 potong ikan simba, boleh pakai ikan lain seperti kakap atau gurami 2. 5 lembar jamur tiram, disuwir 3. 1/2 jagung manis, dipipil 4. 1 batang serai, digeprek 5. 1 jari lengkoas, digeprek 6. 2 lembar daun salam 7. 10 cabe rawit 8. 5 cabe hijau, iris serong 9. Kecap manis 10. 2 gelas air Bumbu yang dihaluskan: 1. 7 cabe merah 2. 5 cabe rawit 3. 5 bawang merah 4. 2 bawa...

Resep Pancake Pisang Super Gampang

Gambar
Ceritanya, ketika saya dan keluarga bersiap mudik, masih ada tiga biji pisang ambon di rumah. Akhirnya, pisangnya saya bikin jadi pancake. Memang saat puasa, saya lumayan sering membuat pancake pisang ini. Sebab, selain enak, cara membuatnya pun sangat gampang. Resep Pancake Pisang Super Gampang Bahan - bahan pancakenya: 3 pisang, apa saja, yang penting tidak sepat 2 butir telur 2 sdm tepung Sepotong keju, diparut Cara Membuat Pancake: Kupas pisang, potong - potong, haluskan Masukkan dua butir telur dan keju parut, kocok Masukkan tepung, kocok perlahan Panaskan teflon Panggang adonan di teflon secentong demi secentong. Kalo males, bisa kok dimasukkan sekalian, seperti membuat telur dadar ;) Tunggu sampai satu sisi berwarna coklat, balik, tunggu lagi sampai coklat, angkat. Hidangkan. Pancake siap dimakan. Jangan lupa baca basmalah ya, Sobat ;) Bagaimana, Sobat Jejak? Sangat gampang bukan, cara membuatnya? Selamat mencoba, ya ;)

Kreasi Kerajinan Tangan Ciptakan Suasana Baru Lebaran

Gambar
Wah, wah, panjang banget ya, judulnya :) Sobat Jejak, tidak terasa ya, sebentar lagi lebaran Idul Fitri akan kita jelang. Mudah mudahan, Allah memberikan limpahan pahala atas puasa Ramadhan yang sudah kita jalankan, dan berkenan menyampaikan usia kita di Ramadhan yang akan datang. Aamiin.... Oh, iya, Sobat Jejak. Dalam postingan kali ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman pribadi tentang membuat suasana baru ruangan menjelang lebaran. Sobat Jejak, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana baru dalam ruangan. Seperti mengecat ulang dinding baik dengan warna yang sama ataupun berbeda, mengganti tirai atau menambahkan aksesoris seperti bunga atau lainnya, mengganti posisi perabotan, atau memberikan sedikit sentuhan kreasi kerajinan tangan seperti yang saya lakukan, Sobat Jejak. Jadi ceritanya, untuk mengisi waktu senggang selama liburan, beberapa waktu yang lalu saya membuat sarung sofa dari kain batik panjang, Sobat. Proses ini menyisakan sedikit guntingan kai...

Senja yang Memerah dan Hujan yang Tak Curah

"Senja yang merah dan hujan yang tak curah". Hari ini dapat ilmu baru dari rekan guru di sekolah. Awalnya saat istirahat pertama, kami para guru kumpul-kumpul di kantor. Aktivitas pertama yang kami lakukan biasanya sama: sholat dhuha. Karena di kantor kamar mandi cuma satu, maka kami harus antre berwudhu. Sambil nunggu antrean, aku ngobrol dengan teman guru lainnya.  "Alhamdulillah mendung, mudah-mudahan hujan ya Allah...", tiba-tiba bu Yesi, salah seorang guru berkata sambil memandangi langit di luar jendela. Kalimatnya menurutku lebih mirip sebuah doa. Maklum, sudah tiga bulan lebih di daerahku tidak turun hujan. Di beberapa tempat bahkan sudah mulai kritis air; untuk minum susah, mandi susah, apalagi mencuci. Ah, andai cukup hanya dengan tayammum, hehe ;)  "Sepertinya gak bakalan hujan, Bu", celetuk bu Devi dengan nada yakin. Aku sedikit kaget mendengarnya. "Masak iya? Tau dari mana?", pikirku. "Kenapa gitu, Bu?", akhirny...

Si Monyet yang Sombong

Gambar
Suatu hari  seekor monyet tampak sedang memanjat pohon kelapa di tepi pantai. Di bawahnya, seekor kura-kura berjalan lamban. "Hei, kura-kura, lihat nich kehebatanku !" kura-kura mendongak ke atas. "Aku bisa memanjat pohon yang tinggi dengan mudah, tidak sepertimu, mau jalan saja susah, hahahaha...!" ejek si monyet pada kura-kura. "Jangan sombong, Nyet, nanti Tuhan marah.." nasihat kura-kura. Tiba-tiba, angin bertiup dengan sangat kencang. Monyet kaget, dengan cekatan dia lantas melingkarkan tangan dan kakinya pada pohon kelapa. Pohon kelapa bergoyang deras, tapi monyet begitu kuat berpegangan hingga tidak terhempas jatuh. Tak lama, angin kencang pun berhenti. "Hahaha.., bahkan angin kencang pun tidak sangup menjatuhkanku dari pohon kelapa ini !"  monyet berseru pongah. Kura-kura hanya diam, malas memberi tanggapan. Monyet lalu melompat ke pelepah pohon kelapa dan duduk bersantai disana. Dengan senyum penuh bangga, di edarkannya pandanga...