Inilah Pahlawan Tempat Duduk
Gambar diambil dari sini “Yak, terus!” Teriak kernet, tepat setelah aku melompat naik dan melewati pintu bus. Kuedarkan pandangan. Semua kursi sudah terisi. Bahkan, lorong bus sudah hampir penuh oleh penumpang. Aku berpegangan kuat pada besi di dekat pintu masuk. Lorong bus didominasi anak sekolah. Kulirik salah satu kursi di dekatku berdiri. Seorang siswa SMA duduk di sana. Matanya terpejam, seolah tertidur. Padahal aku ingat betul, saat aku baru naik, ia masih terlihat asyik mengobrol dengan siswi di sebelahnya. Hhh… Terlaaaluh! Batinku. Tapi sudahlah. Toh barangkali tempat duduk itu ia dapatkan dengan penuh perjuangan. Mengingat betapa rajinnya bus menaikkan penumpang, kendati kondisi di dalamnya sudah macam ikan di dalam jaring nelayan. Berdesak-desakan. Namun aku yakin, ia akan menyilakan aku duduk andai ia tahu bahwa hal itu akan membuatnya menjadi pahlawan. Ya. Pahlawan tempat duduk. Seperti aku dulu. Saat itu, aku masih duduk di kelas tiga SMP. Bus sudah menj...