Cikungunya

Ada yang pernah kena cikungunya? Gimana rasanya? Eww..., pasti sakit banget ya... :/ Seluruh badan rasanya cekit..cekit.., tulang-tulang serasa diiris.. Huhuhu.. Jadi pingin tobat.., pingin sholat.., pingin minta maaf... (dih, berlebihan.. :P)

Ya, cikungunya memang lagi mewabah dimana-mana. Ga' tua, muda, besar, kecil, semua punya potensi untuk tertular. Ga' terkecuali aku dan suamiku. Kurang lebih dua bulan yang lalu, kami mengalaminya hampir berbarengan. Suamiku duluan. Syukurlah anakku gak ikut tertular. Hampir tiap hari kukasih antivirus "spirulina". Alhamdulillah terbukti ampuh.

Cikungunya mirip banget sama DBD. Bedanya, cikungunya tidak menyebabkan pendarahan seperti DBD. Penyebab cikungunya adalah virus yang disebarin sama nyamuk Aedes aegypti. Biasanya, si penderita mengalami demam tinggi, menggigil, sakit kepala, sakit perut, nyeri otot dan sendi, plus ada bintik-bintik merah di sekujur tubuh terutama badan sama lengan.

Kalo udah kena cikungunya, berdasarkan pengalamanku nich.. (sebagai mantan penderita V_V), supaya cepet sembuh penderita cukup dikasih obat penurun panas dan penghilang rasa sakit. Paracetamol misalnya. Selain itu, penderita juga harus banyak istirahat dan banyak minum, serta memperhatikan asupan gizinya.

Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menghentikan siklus nyamuk Aedes aegypti. Caranya bisa dengan menguras bak mandi, menutup tempat penyimpanan air, menaburkan larvasida, melihara ikan pemakan jentik, pengasapan, pemakaian anti nyamuk, dan pemasangan kawat kasa di rumah.

0 Response to "Cikungunya"

Poskan Komentar